.: JIKA INI TAKDIRMU YA ALLAH :.

Ya Allah,

Sesungguhnya, tiada keinginan ataupun pemikiran-pemikiran kami yang timbul tanpa sepengetahuanMu. Dalam segala keterbatasan, kelemahan, ketidak berdayaan kami. Kami hanya berserah kepadaMu. Dan hanya kepadaMu.

Lindungilah hati yang sedemikian rapuh ini dari butanya hati oleh ambisi. Oleh nafs. Oleh syahwat keinginan yg tiada henti. Sesungguhnya hanya Engkau yang Maha Pembolak-balik hati.

Engkau adalah Maha Pemegang Rahasia. Lindungilah sepotong hati ini dari keinginan-keinginan yg tiada memiliki takdirnya ataupun tiada Engkau ridhoi…

Engkau Maha Pemberi Petunjuk. Lindungilah kami kesia-siaan menunggu ataupun berupaya ke arah yg bukan Engkau inginkan…

Sesungguhnya kami berpasrah hanya kepadamu Ya Allah. Semoga Engkau selalu memberkahi dan meridhoi segala langkah dan usaha kami. Amin…

.: Genggam Tanganku Ya Allah :.

Ya Allah,

Sesungguhnya, aku tak ingin berkeluh kesah. Hatiku yang sedemikian lemah ini hanya merasa bingung dan takut. Dalam keadaan apapun, bimbinglah aku ya Allah, janganlah rasa takut dan lemahnya hati ini mengurangi rasa syukur dan keberkahan atas beragam nikmatmu.

Hambamu

.: Mengapa Saya Berhenti Merokok :.

Cara-berhenti-merokok

Okey, saya punya pengakuan…

Tapi sebelumnya, saya nggak pernah merasa bangga dengan hal ini, karena setiap manusia memiliki fase tersendiri. Saat saya memutuskan berhijab pada 30 September 2013, saya masih memiliki kebiasaan untuk merokok. Saat itu, dengan cemen-nya saya, saya berpikir, apakah saya akan berhenti merokok ketika berhijab? Oh yes! Oh No! Oh so pasti.

But the fact : Yas Yes Yas Yes Your head! It was’nt that easy.

Percayalah, berhenti merokok itu nggak semudah mengorek upil di hidung. Saat itu pemikiran saya sederhana (+ cemen) : Berhijab adalah kewajiban setiap muslimah, bagaimanapun perilaku-nya kewajiban berhijab-lah yang harus tetap kita laksanakan sebagai fitrah muslimah. Saya nggak pengen menunda-nunda hal baik yang saya yakini. Pilihan berhijab adalah pilihan hati, dan pastinya hidayah. Selama ini, sering sekali dicampur adukkan antara perilaku manusianya dan jilbab-nya. In the end of the day, sekerat hati inilah yang menegaskan pada dunia tentang apa yang kita pilih dan cara kita menjalaninya. So, dont judge the book by its cover. Jadi saya melaksanakan hidayah Allah untuk berhijab duluan, dengan harapan baik, agar bisa menjadi manusia yang lebih baik.

Ya, saya akui, saya masih merokok seperti lokomotif kereta saat berhijab, hanya saja saya tidak melakukannya di depan umum lagi. Ada rasa sungkan dan malu yang timbul dalam diri saya masih terasa sekali kalo saya melakukan itu dalam kondisi saya berhijab. Merokok buat saya adalah perkara simbol pemberontakan dan kebebasan. Well, saya merokok sejak SMP, hanya karena ingin memberontak pada orang tuanya saya yang sangat otoriter dan tidak memberi ruang buat saya sedikitpun. Merokok, yang awalnya saya hanya ikutan dengan teman, akhirnya menjadi keterusan dan kecanduan, apalagi sejak SMA saya sudah bekerja dan mendapatkan uang sendiri, hal tersebut seperti priviledge buat saya melegalisasi kegiatan merokok saya.

Eniwei, iya. Orang tua saya sempat galau mengetahui saya merokok, apalagi almarhum papa tersayang. Beliau berpikir bahwa saya sudah melakukan yang aneh-aneh lebih dari merokok. Ada rasa sesal juga dalam hati saya sekarang, bahwa saya harus menyakiti hati orang tua saya. Tapi, pada masa itu, yang ingin saya tunjukkan adalah ego saya, rasa kecewa, rasa marah yang terpendam sekian lama. Bahwa semakin otoriter orang tua bersikap dengan saya, dan tidak mengindahkan hak-hak saya sebagai anak untuk diperlakukan baik, saya semakin brutal.

Tapi memang benar, bahwa setiap orang memiliki fase hidup tersendiri. Begitupula saya. Tidak ada satu hal pun. TIDAK ADA SATU HAL PUN. TIDAK ADA SATU HAL PUN. Saya mengulangnya hingga 3x, yang membuat manusia memutuskan sesuatu dan melakukan perubahan pada dirinya berasal dari faktor luar. Semuanya selalu kembali ke diri sendiri. Demikian pula saya. Sebanyak apapun pesan ibu ataupun pesan almarhum papa, atau mas patjar, dan mas mas selingkuhan, ataupun mas dan mbak tukang becak, bakso dan siomay sahabat saya mengingatkan saya untuk berhenti merokok, jika belum ada yang membuat keinginan itu berhenti ya tetep aja lanjut bro…

Hal paling penting saat saya berhenti merokok adalah keinginan untuk sehat. Keinginan untuk merubah diri menjadi seseorang yang lebih baik. Well, saya manusia yang masih berproses. Alhamdulillah saya masih diberi semangat dan keinginan yang besar untuk merubah diri ke arah yang lebih baik. Ketiga, apa saya hanya ingin memberikan contoh yang baik ke anak-anak saya kelak. Keempat, ada keinginan saya tidak ingin anak saya mengulang apa yang saya rasakan dulu, maka saya harus membuat perubahan itu sendiri. Saya ingin jadi ibu dan istri yang baik *dalam versi saya* Tentunya perubahan harus dimulai dari diri saya sendiri dulu.

Eniwei, saya tidak akan menghakimi siapapun yang merokok. Saya pikir merokok adalah hak masing-masing individu, sepanjang itu tidak menyakiti orang lain. Kalo kamu menyakiti dirimu sendiri, ya itu pilihan manusianya sendiri toh. Setelah berhenti merokok, saya justru merasakan kelegaan yang aneh. Saya merasa dibebaskan. Iya. Berhenti merokok itu seperti belajar mengendalikan diri. Penjara itu bernama “kecanduan”, saya dulu merokok sehari habis 1 pak, kalo lagi pusing kerjaan bisa 2 pak, kalo ada temennya bisa 3-4 pak. Berhenti merokok seperti dibebaskan dari penjara di dalam diri kita sendiri. Hawa nafsu. Dan, rasanya luar biasa melegakan.

Akhirnya sejak tanggal 4 April 2015. Byebye rokok!!! Finally. Phew!. Apakah saya menggunakan permen karet untuk menghentikan kebiasaan saya? Nggak. Rokok Elektrik? Nggak. Ngemut permen? Nggak. Ngemut bibir anak orang. Nggak, takut dikeplak Tuhan. Makan terus palingan yah? Nggak juga *saya lagi program diet juga sekarang* Makan yang manis-manis? Nggak, saya uda manis, kalo ketemu bikin ngilerin saking manisnya. Jadi apa dong?

Nggak pake apa-apa.

Serious?? Iya serius.

Pake niat doang.

Yaelah, kirain 😀 😀 😀

Believe me, saya benernya pengen nggak ngerokok juga uda lama, tapi seminggu, dua minggu balik lagi. Ya emang, segalanya selalu balik ke NIAT. Ngumpulin niat yang kokoh. Ngumpulin kesadaran. Ngumpulin keinginan yang sungguh. Dalam berbuat kebaikan buat diri sendiri, ga ada yang lebih kokoh dari kesadaran untuk berubah itu sendiri. Its true 😀

Yang saya pernah baca di artikel, membuat perubahan itu seenggaknya membutuhkan 30 hari. 10 hari pertama adalah hell week (Errrr, ini emang saya lumayan kerasa), 10 hari kedua kita mulai agak terbiasa, walopun masih berat melakukannya dan serasa ada yang hilang, 10 hari ketiga, kita mulai merasakan perasaan nyaman tanpa kebiasaan tersebut. Itu saya alami juga. Saya ga akan membagikan tips atau seperti apa, sebab klo saya lagi judeg banget, badan sama pikiran nagih ngrokok, saya pake buat kegiatan fisik aja buat ngalihin rasa ketagihan itu. Sejak berenti merokok, kata ibu saya jadi lebih rajin bebersih katanya. Heheheh 😀

Jadi, apa yah moral of the setori ini? Taulah, semua yang baca komen aja yang buanyak, supaya bisa saling share cerita dan pengalaman. Eniwei, ada banyak sekali cerita yang pengen saya tulis di wordpress ini, tapi yah, dasar sayahnya pemalas buat nulis, ampe wordpress saya banyak sarang laba-laba. Okey, see you at another post. Stay WOW!! *Ini norak. Hehehe 😀

.: PELUKAN :.

I remember that it hurts

looking at him are hurts.

Perempuan itu mengingat hari dengan jelas, tertanggal 2 Juli 2012. Ia ingat baju apa yang digunakannya. baju yang sama ketika pertama kali ia menemui lelaki itu memakai jilbab. Ia ingat bau obat pel yang selalu dihirupnya tiap ia melangkah ke ruangan itu. Ia ingat dedaunan yang baru dipangkas pagi tadi, namun masih teronggok, sehingga siang menjelang sore baunya masih menguap di sekitarnya. Ia ingat bau yang menguar dari seragam lelaki itu. Ia ingat ia bersitatap dengan siapa saja hari itu di lorong. Mereka tahu, hari itu akan menjadi hari terakhir mereka bertemu, bersamaan dengan perpindahan lelaki itu ditempat lain. Ia ingat, hatinya terasa kebas. Ia berpikir, ia akan baik-baik saja. Ia tak akan mati hanya karena patah hati. Ia akan menemukan seseorang yang lebih baik daripada lelaki itu.

Perempuan itu menyimpan semuanya. Menyimpan suka dan lara seperti buyut menyimpan perhiasan di bawah bantal. Ketika ia melalui masa transendental menjelang tidur, ia akan meniupkan doa disekujur tubuh dan harta karun di bawah bantalnya, agar apapun di dalam itu memberi manfaat atau katakanlah kenangan. Ia menyimpan kenangan itu dalam stoples kaca di hatinya. Selalu mendoakan tokoh-tokoh di dalamnya, agar apapun yang mereka sedang jalani. Dimanapun berada. Dengan ataupun tanpa ingat namanya. Ia akan baik-baik saja.

Jadi…

Bagaimana ia harus menuliskan kisah yang ini? Ia mengingat roller coaster. Hidupnya akhir-akhir ini memang persis roller coaster. Terutama masalah pekerjaan. Ketika pindah ketempat baru ia hanya menginginkan kehidupan yang lebih baik untuk sementara. Ia memiliki rencana mengejar beasiswa dan lain-lain. Tapi kantor baru ini entahlah. Dalam waktu 3 bulan, kehidupannya seperti gulungan ombak pasang yang naik turun dan ia adalah buih yang dihempas kesana kemari dalam kumparan kebingungan dan ketidak tahuan. Ia sedemikian ketakutan. Ia terbangun di pagi hari dan dunianya terasa sedemikian pejal untuk dijalani. Ia seperti zombie yang ketakutan melihat hari. Pagi yang ia cintai tak ramah lagi. Kopi yang dicintainya hanya menyisa pahit yang mencekik. Ia sering pulang dengan menangis. Tangis ketakutan orang yang kalah dengan permainan roulette oleh nasib. Ia sadar, ia tak bisa bertahan di pekerjaan baru ini. Beban pekerjaan dan resiko yang ditanggungnya terlalu berat daripada kemampuannya.Rencananya ia akan resign lagi. Sebab ia tahu tak akan bisa bertahan di tempat itu. Setiap orang memiliki batas nadir sendiri bukan? Dia tak mau setiap hari terbangun dan merasa sedemikian ketakutan. Bukankah itu menyakitkan? Hidup dalam ketakutan.

Dan, entah ini lucu atau semacam tragedi satir. Dalam kondisi terpuruk seperti ini yang justru paling kamu inginkan adalah sekedar bertemu adalah lelaki itu. Lelaki yang bau seragamnya masih  pekat di regio cognisi-nya  hingga detik ini, bahkan ketika sudah dua tahun berlalu. Kalian tak pernah bertemu sekalipun. Apakah bekas cukuran di dagunya masih sebiru yang diingatnya. Apakah mata coklatnya masih akan tajam menatapnya? Apakah bau lelaki itu akan masih sama?. Terkadang setiap perjalanan, dan menemukan orang berseragam biru tua, ia teringat lelaki itu. Lelaki yang sebesar apapun usahanya untuk mengenyahnya, ia akan selalu ada disana, dengan mata dan senyum yang mengejeknya. Jadi ia menyerah. Lebih baik ia berkompromi saja. Mengingat tak mengapa. Asalkan tak lagi melakukan usaha-usaha. Itu lebih fair.

.: BAGAIMANA KABARMU? :.

Hei, diriku…

Bagaimana kabarmu?

Lelahkah engkau mengejar mimpi? Ingin berhenti dalam lomba lari ini? Atau kau akan tetap berlari? Pilihlah yang mana terbaik bagimu. Bersabarlah dalam kelelahanmu. Tangiskan sedihmu disajadah. Genggam lagi semangatmu esok hari.

chasing_a_dream_by_forever_young17-d5gms6s

.: Dear Me… :.

Dear Me…

Feeling happy right now?
– Iya, so happy… 🙂

Nggak usah takut buat bahagia yah. Banyakin berdoa. Supaya mimpi jadi kenyataan yang sebenar-benarnya. Jika kamu menginginkan ini. Berusahalah. Bekerja. Bergeraknya. Bukan hanya untuknya. Pantaskan dirimu, bahwa kamu bisa dipercaya oleh Allah untuk ini semua. Ingat selalu Lillahita’ala…

– Iya. Lillahita’ala…

.: AKHIR CERITA :.

Semoga engkau selalu berbahagia dan selalu dalam lindungan Allah... :)

Semoga engkau selalu berbahagia dan selalu dalam lindungan Allah… 🙂

 

Mmm, saya mulai posting ini dari mana yah. Hmm, *tarik napas dulu*.

 

So, there was a guy, just called him as a Mas H. Saya mengenalnya dari pekerjaan yang lama, dan pertama kali kenal, saya udah ada perasaan seperti saya pernah mengenal lelaki ini entah dimana. Sering juga khan kita merasa seperti kenal lama dengan seseorang walaupun faktanya kita kenal barusan. Jadi singkat cerita, kami dekat as a friend. Kami klik ketika cerita-cerita, dia senang sekali menceritakan banyak hal ke saya, dan saya selalu menanggapainya apapun ceritanya. Kebanyakan usaha dia untuk  bisa menggaet cewek. Dan pastinya banyak ceritanya tentang keluarganya, kehidupannya, dan banyak lainnya.

Saya tahu secara instingtif, lelaki ini yatim piatu sejak kecil, dia anak  terkecil dari 7 bersaudara, dia menginginkan orang untuk memberinya perhatian dan menyamankannya. Entah pengertian itu yang pada akhirnya mendasari perlakuan saya  ke dia, setiap kali ketemuan, saya instingtif selalu memperlakukannya seperti anak yang datang mengadu ke ibunya, saya menyamankannya, saya memberinya nasehat, saya kadang memeluknya dan melakukan gesture-gesture melindungi ibu ke anaknya. Ketika dia sakit, saya memberinya perhatian dan merawatnya secukupnya. Dari afeksi sederhana itu kemudian tumbuh hal yang lebih mendalam. Ke saya, dia sangat manja. menceritakan semuanya. Tidak ada jaim-jaimnnya, dan menjadi sesungguh-sungguhnya dirinya.

Dan… kemudian saya terlambat menyadari, bahwa ia memiliki perasaan yang lebih.

Lama sekali berpikir berulang-ulang mengapa saya tidak memiliki perasaan khusus ke lelaki ini. Dia lelaki yang baik, in literally. Sholatnya khusyuk, sangat bertanggung jawab, dia menghormati saya, dia menerima saya apa adanya, nggak neko-neko, dan terutama ia membutuhkan saya. Tapi, entahlah yang namanya hati nggak pernah bisa dipaksa. Hati saya nggak bisa ke dia.

Pada satu waktu saya pernah berpikir menerima aja perasaannya dan menjalani semuanya. Namun kemudian, entah bagaimana jalannya, saya kembali menggelengkan kepala dan menyadari saya memang nggak bisa. Selama 6 tahun terakhir selalu hal itu berulang-ulang terjadi dengan beberapa scene yang berbeda. Siklus yang sama. Dia yang menyatakan, saya yang ingin mencoba, kemudian segalanya berakhir begitu saja. Saya juga nggak bisa bersikap terlalu tegas ke dia. Saya takut menyakitinya. Beberapa kali dia pacaran ataupun proses pedekate dia selalu minta saran ke saya, dan akan selalu datang mengenalkan pacarnya. Kemudian selalu berakhir dengan pacarnya yang cemburu ke saya nggak ada juntrungannya. Entahlah…

“Kamu percaya perasaan itu beresonansi? Ia memantul. Terutama ia akan saling memantul ke orang yang memiliki perasaan yang sama. Entah itu sayang, entah itu cemburu, khususnya cinta. Ia memantul tak tahu diri… “

Setelah dia putus nggak jelas ke sekian banyak cewek-cewek yang dipacarinya, akhirnya saya bilang :

“Mas, lain kali nggak usah kenalin pacar kamu lagi ke aku…”
“Kenapa emangnya?”

“Nggak apa-apa… ” Saya merasa bersalah. “Aku pengen kamu segera nikah.” Pungkas saya. Dia terdiam lama, menatap saya dengan lungkrah. Saya membuang muka, menyembunyikan rasa bersalah yang sedemikian mencekik tenggorokan saya.

Beberapa bulan kemudian, dia pacaran lagi, kali ini dikenalkan oleh keluarga besarnya, dia menceritakan perempuan ini via BBM dan telephone, sebutan sayangnya “Adek”. Namanya Anna. Saya bilang, sudah nggak usah lama-lama, tunjukin kalo emang kamu udah niat buat nikah, bukan cuman pacaran. Dia mengiyakan, dari ujung telephone. Beberapa waktu kemudian, dia menyerahkan undangan ke saya. ada emboss inisial nama mereka berdua. Perasaan saya plain dan lega menerima undangan itu.

“Kamu… juga segera menikahlah…” Ucapnya tercekat.

Saya menganggukkan kepala.”Pasti mas, pasti… Setelah kamu, aku akan menikah…”

Untuk yang terakhir kalinya. Kami mengakhiri pertemuan itu dengan pelukan yang lama. Nggak ada banyak perasaan yang tertinggal dari pertemuan itu, kecuali bahwa saya lega. Sholat saya malam itu khusus saya tujukan buat kebahagian mereka. Saya ingin mas H bahagia, sebab ia lelaki yang baik dan patut mendapatkan yang terbaik pula. Setulus hati… 🙂

.: 20 FACT ABOUT ME (Dont read this, unless you lagi kengangguran) :.

Saya awalnya heran kenapa di setiap blog orang2 pada suka nulis fakta2 tentang dirinya, saya pikir yah barangkali buat lucu2an aja, dan saya tipe orang yang suka banget baca hal begituan, rasanya sebelum kenal sama orangnya, kita lebih tahu pemikiran dan hal-hal berkaitan dengan orang tersebut jauh sebelumnya. Fakta2 yang mereka tuliskan barangkali nggak akan ngaruh di kehidupan nyata, but what dafuq-lah wong itu blog yang blog mereka, mereka boleh nulis apa sajalah, hahhahaha. So karena saya pengen ikutan latah, plus aslinya saya ini cemen dan cetek bingits, here’s my 20 fact about me.

Saya yakin, yang namanya prioritas tiap tahun pasti nambah atau berubah, but at least… di dumay “20 fact about me” versi saya pernah ikutan ngeksis. Biar pas udah jadi ninih peot, saya bisa ngaca sambil bilang : OMG EIKE TERNYATA ALAY BO’!!!   😀 😀

1. Saya suka banget sama yang namanya makanan pedes dan sayuran! Itu harga matik!! Seenggaknya dalam sehari saya harus konsumsi sayuran sehari sekali, walopun konsumsi sayuran 4-5 kali sehari juga nggak nolak 😀 tapi diantara sayuran itu yang saya paling nggak suka cuman daun kenikir, sebab bauk!! Kalo sayur pare, bunga n daun pepaya yang pahit sekalipun, saya tetep sukak! Tapi jenis makanan selain sayur yang saya sukai adalah IKAN!!! Segala jenis olahan ikan saya sukak!! Saya bisa lupa diri kalo uda makan ikan, seafood dkk. Hajar blehhh 😀

ikan bumbu kuning
2. Saya suka kopi pahit, pokoknya kopi itu ritual harian yang ga bakal bisa lepas. Kopi itu semacam “me time” buat saya, padahal yang diseduh ya kopi sachet biasa. Kadang temen-temen yang uda ngerti saya suka bawain oleh2 kopi juga setiap mereka bepergian ke tempat-tempat tertentu. Saya bukan pemilih dalam hal rasa-rasa kopi, tapi saya bisa ngerti mana yang kopi enak dan kopi nggak enak. Dan setiap kali ke kafe baru, yang selalu saya cicipin pertama kali pasti kopi hitam mereka. Kalo mereka sembrono ama kopi hitam, bisa dipastikan mereka juga sembrono ke menu2 yang lain. Proven!

336b2513d7ad2860811d2c6cf03d0e4d-d4uewlt

3. Saya tuh si penunda kerjaan!! Ini kebiasan buruk saya yang saya kudu memeranginya mati-matian!! Karena yah, katanya orang tua, kalo kita sering menunda-nunda kerjaan banyak hal lainnya yang juga akan tertunda dari kita. Dan, yah itu emang terbukti sih 😥

kerja+malas
4. Saya suka nulis dan baca buku, walopun akhir2 ini rada vakum karena banyak kerjaan dan kegiatan serta kegilaan usia produktif yang nyita waktu banget yah *aslik ini alesan*. Menulis buat saya semacam menandai hidup dan menguraikan pemikiran. Buat penulis, kayaknya banyak sekali hal-hal yang berloncatan dari pikiran ini, mau penting nggak penting pokolnya popping out semua, dan supaya yang berloncatan itu bisa dinetralisir dan diklasifikasikan, makanya perlu nulis. Saya sih gitu yah, nggak tahu kalo yang lain 😀

Gaya Hidup Modern
5. Saya penyendiri dan cenderung memerlukan waktu yang egois buat diri sendiri. Padahal ngapain sih kegiatan saya pas sendiri? Ya cuman mantengin laptop ato main2 ke dumay. Kalo nggak gitu palingan cuman baca-baca, atau nonton pelem di laptop. Oia, sambil nglokomotif juga sik. Pokoknya ya saat itu saya sendirian, dan orang lain misalnya di sekitar saya pas “me time” saya suka ngganggep mereka nggak ada. Jadi saya mau nungging, kayang sesuka-suka guweh dong!! 😀 😀 😀 Eghoisss banget khan guwehhhhhhhh!!! *selfkeplak*

introvert1

6. Gestural saya tuh buruk banget, orang yang baru pertama kali ngerti saya atau tahu saya biasanya membahasakan saya tuh  “mbak-mbak gahar yang freak”. Secara ga sadar gesture ataupun tone suara saya punya kecenderungan buat offended person. Padahal aslinya ya nggak pengen seperti itu. Tapi yah apa daya??? De’se khan nggak mungkin tiap hari bawa kaca kemana- mana, mana tahu bahasa tubuh de’se offended atau nggak. Tapi yah, ini salah satu hal yang saya perangi dan saya pengen perbaiki dari diri saya. Kalo mau sekolah JRP mahal bowww!! 😥

how-do-i-overcome-social-anxiety

7. Saya orang yang nggak bisa hidup tanpa lotion. Dimanapun, dan kapanpun saya berada, saya selalu pake lotion, dan tiap ngerasa kulit kering dikit pasti pake lotion. Jadi semacam lotion monster-lah. Temen2 karib saya paling ngerti kalo pas saya kerumah mereka, mereka pasti sediain lotion buat saya 😀 Saya pakai lotion sebab nggak suka parfuman. Ada kejadian saya pake parfum tapi berangkat kerja naek bis kota P7, yang bentuknya kayak roti tawar dan ketutup semuanya. Parfum jadi senjata makan tuan. Saya memaksa turun di tengah jalan sebab muntah nggak berenti-berenti, sampai ijo biru muka saya. Dan sejak itu, saya nggak pernah suka dengan parfum. *Sigh*

gambar diambil dari bumpyboo.com

gambar diambil dari bumpyboo.com

8. Saya paling nggak suka duduk melantai di bawah, ngerjain apapun itu, mau ngobrol ama temen atau santai2 nongkrong saya paling menghindari yang namanya lesehan. Bukannya sombong trus saya nggak merakyat, bukan seperti itu sama sekali, itu karena kaki saya yang segede badak ini suka kesemutan!!. Eyaampun yang namanya kesemutan itu emang hal sepele sih, tapi ya ganggu’ banget-lah kalo pas kumpul ama temen trus ada gebetan trus kitanya kelojotan hanya karena kesemutan. Pose-nya nggak manis banget khan?? Hahahahah 😀

lesehan-di-atas-rel

9. Prioritas hidup saya akhir2 ini adalah pengen sekolah dan ngedapetin beasiswa! Saya lagi ngejar beasiswa LPDP dan masih terkendala di TOEFL!! Dan saya sadar, effort saya masih kurang banget untuk beasiswa ini. Kalo emang pengen mengejar sesuatu seperti ini, effort saya kudu polllll. Dan pada sisi hidup saya yang ini, saya menyadari artinya belajar
“bersungguh-sungguh” ketika menginginkan sesuatu *sigh*

Lembaga-Pengelola-Dana-Pendidikan-LPDP-DEPKEU

10. SAYA SELALU TIDUR PAKE SELIMUT, SEBAB SAYA NGGAK BISA DAN NGGAK SUKA UDARA DINGIN.TITIK

Tidur-pakai-selimut

11. Saya tergila-gila dengan Pinterest dan Youtube, dan internet in generally. Buat the queen of curious seperti saya, yang namanya internet itu menjawab segala macam keingin tahuan saya. Akhir-akhir ini saya lagi demen banget nanam bunga, crafting dan bikin kue, semua resep atau apapun saya dapetnya via pinterest ataupun youtube! Mereka mengawali dan membuka pintu untuk banyak hal-hal lain yang saya sukai dan pengen saya explore dari diri saya sendiri.

images

12. Saya berjilbab sejak 30 Mei 2013. Dan jilbab sayang saya pake pertama kali warnanya magenta, baju ungu bunga-bunga, bukanya pecinta warna ungu sih, tapi karena pas punyanya ya cuman baju itu, soale belum belanja 😀 😀 😀

13. Saya cewek rumahan, jadi saya meyakini diri saya memiliki sebagian DNA Pembokat dan emak-emak hebreing 😀 Saya suka bebersih, masak, dan bercocok tanam, bikin kerajinan tangan, nulis, nonton pelem, pokoknya kegiatan rumahan-lah. Tapi nggak suka dandan. Kalopun dandanan paling ngepol ya cuman pake liptik ama eyeliner aja kok.  Dan kalo saya disuruh milih, saya lebih baik main2 ke gunung, pantai dan hutan daripada main ke mall. Mall terlalu bising dan membosankan buat saya.

14. Saya belajar, selalu belajar dan belajar. Sebab saya pelupa dan ceroboh kelas wahid, saya seringkali menuliskannya di notes atau menceritakannya di buku harian saya, sebab yang namanya mengingat bisa diikat dengan menulis atau membicarakanya. Itu rumus jitu menolak lupa.

images (1)

15. Saya mengoleksi gambar/ photo atau apapun itu yang bersifat humanis. Saya suka banget googling gambar atau saying words, kalo nggak di pinterest, devian art, flicker, tumblr, dll pokoknya situs2 yang selalu punya banyak gambar2 humanis beragam tema. Nggak tahu yah, barangkali saya tuh hobi banget nulis, dan setiap nulis saya butuh yang namanya stimulus, gambar itu salah satu stimulus saya. Sebuah gambar bisa menjadi sebuah cerita tertentu. Akhir2 ini saya lagi suka banget dengan facebook page “Humans of New York” yang pandai sekali memotret dan menterjemahkan potret tersebut menjadi sebuah cerita tentang seseorang. Every human had a stories to tell, penulis yang baik memotret sisi itu 😀

images (2)

16. Saya ini manusia keringat! Saya berkeringat lebih banyak daripada normalnya manusia lain! Apalagi kalo pas ketemu sama gebetan, pori-pori saya paling responsif dengan itu semua, dia bakalan mekrok nggak tahu malu mengirimkan signal kegrogian saya kepada objek. Hadihhhhhh!! Pernah suatu kejadian, pas saya dan “dia” di satu ruangan untuk acara formal, saya nggak bisa mengendalikan pori2 buat produksi keringat, ampe rambut dan baju basah kuyub!! Ya ampun… itu kondisi yang sangat memalukan buat saya. Hello, saya umur 31 dan masih keringatan ketika ketemu gebetan macam abege bau susu??? Hufffttt, kayaknya emang ada yang salah sama hormon di otak saya nih!

images (3)

17. Saya punya buku harian sendiri sejak kelas 2 SD, dan yang saya tulis pertama kali adalah cowok yang saya sukai 😀

diary1

18. Sejak berjilbab saya suka dengan bros bunga yang gede, sebab selera baju saya suka yang simple tapi warna-warni. Jadi kalo baju warnanya pada plain, saya mengimbanginya dengan bros bunga yang gede. Saya seneng baju2 dan celana merk Cole, Saint Yves, dan Connection. Hahaha, ini bukan promo! Dan saya nggak dibayar sama Matahari ataupun merek2 tersebut buat promo. Tapi perkara baju ini emang krusial banget. Saya bener2 nyari baju yang enak di pake dan ngepas di badan lama banget. Kadang nemu yang nyaman, tapi cuttingnya nggak enak dan nggak nge-shape di badan, kadang nemu yang cutting-nya bagus, nyaman, tapi ama kantong jutek banget! Jadiii…. baju kayak merk tersebut yang paling cucok cucok cucok sama badan besar bongsor bahenol saya serta bikin kantong tetep sehat walafiat!.

5568cf5e

19. Kadang saya telat memahami signal “sedih” di otak, sehingga respon saya kalo saya kecewa biasanya plain. Saat “me time” dan saya bisa menyaring semuanya, baru saya bisa menyatakan diri kecewa trus mewek. Kadang juga nggak bisa mewek ketika kecewa, saya memancing emosi saya dengan tontonan drama atau apapun yang sedih-sedih dan akhirnya bisa nangis nyesek sendirian.

10711024_10152791875476840_1897367032470810320_n

20. Pada suatu psikotes yang saya ikuti, namanya Tes Wartegg, itu semacam tes dengan menggunakan 6 bidang gambar. Ada bidang yang digambari dengan dot/(.)/titik dan saya ingat sekali saya merasakan rasa enggan untuk menyelesaikan gambar itu, entah karena dia kelihatannya paling gampang atau seperti apa, toh cuman titik aja khan, semua gambar, tulisan atau apapun itu bukannnya selalu berawal dari titik khan? Tapi saya menaruhnya di paling akhir. Saya masih kesulitan mau gambar apa, dan lupa gambar apa saat itu. Kemudian setelah pulang saya googling di internet, tanda titik itu menunjukkan kemampuan kita untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Setelah tahu, saya termangu-mangu lama sekali. Saya ingat sekali dengan perasaan enggan yang tadi saya rasakan pada saat tes. Dan saya bertanya-tanya hingga sekarang. Mengapa adaptasi dengan lingkungan membuat saya sedemikian enggan? Apakah ini suatu sinyal tertentu dari alam bawah sadar saya? Barangkali saya pernah rasa ada yang “sakit” tapi nggak ngerti apa??? Nah, itu sesuatu yang memerlukan jawaban juga 😀

downloadd
So, kayaknya agak kepanjangan yah ceritanya. Dan kayaknya saya lagi niat banget ampe dikasih gambar segala!!! Ahahahhahahaa 😀 😀 😀

.: JIKA CINTA :.

I can't go back or change anything, including loving you. All I can do is accepted   as it should be...

I can’t go back or change anything, including loving you. All I can do is accepted as it should be…

.: BELAJAR HIDUP :.

Good morning people,

Uhmmm, saya mau ngomong darimana yah… Bingung saya nulisnya. Tapi begini deh. Kita ini sebagai manusia khan selalu punya sifat buruk dan baik. Tapi seringkali ga semuanya dari kita bener-bener memahami sifat-sifat kita dan efek-efek yang ditimbulkannya ke lingkungan kita. Tahu-tahu orang akan melakukan aksi dan reaksi dari sifat kita yang kita “tanamkan” pada mereka. Baik itu sengaja ataupun tidak sengaja. Yah, namanya hidup khan selalu hukum sebab akibat, kita akan selalu menuai apa yang kita tabur. Tanpa kecuali. Karma dont walk alone, we invest it, and universe make the bounce. Got it? 🙂

Saya sendiri, punya dua sifat buruk yang selalu membuat saya pusing dan sebal dengan diri saya sendiri, sebab orang akan melakukan reaksi yang juga kurang mengenakkan bagi saya, jadi, berikut :

1. Gestural saya tuh buruk banget. Misalnya raut muka yang niatnya ngajak guyon, tapi ekspresinya seolah sinis, sehingga orang menangkapnya saya ini sinis ke mereka. Atau ketika saya ingin menjelaskan sesuatu, saking antusiasnya tiba-tiba nada suara saya makin meninggi dan meninggi. Sehingga orang yang ga paham saya, mereka menilai saya ini lagi marah. Padahal saya justru lagi antusias banget, sebagian mengartikan itu “ngotot” dan “ga mau kalah”, “intimidatif”. See the diffrence? Padahal kalo beneran marah dan kecewa saya sungguh-sungguh nggak bisa berekspresi alias diem aja, trus terakhirnya nangis :'(. Nah kondisi ini seringkali bahkan juara bikin orang lain salah paham sama saya. Mereka pasti mikir, ini orang barang antik dari negara mana juga, kenapa kelakukannya bikin ilfeel?

Jadi yang saya lakukan adalah ketika saya dalam kondisi itu, saya rajin banget ngasi pengertian ke orang-orang di sekitar saya dan memahamkan ke mereka, bahwa saya emang kayak gitu, dan yang pasti saya tiap hari bertengkar sama diri saya sendiri dan menjawab pertanyaan “Apakah sikapmu sudah pantas tadi? Apakah orang bisa menerima apa yang kamu katakan secara tepat dan pasti? Apakah bahasa yang kamu gunakan sudah bener dan sewajarnya?”. Saat kita melakukakan apapun, bersikap apapun, kita ini adalah makhluk yang selalu “berkomunikasi” bahkan ketika kita diam sekalipun.

Kita nggak bisa mengatur bagaimana orang berpikir tentang kita khan? Apa yang ada di dalam benak mereka adalah sepenuhnya milik mereka. Namun yang bisa kita atur adalah sikap kita, bahasa kita, intonasi kita. Atau cara kita memperlakukan orang lain. Jadi jangan mengeluh jika orang bersikap buruk ke kita, ada investasi kita juga di dalamnya 🙂

2. Kadang saya tuh pengen “membantu” secara berlebihan atau “baik berlebihan” sikapnya saya kadang “niceeeeeeee” banget. Eitttsssss, tapi nice ini bukan dibuat-buat, emang seperti itu. Terutama kalo saya kumpul sama orang-orang yang lebih tua daripada saya, anak-anak, atau orang lain yang keliatan “ga berdaya” saya selalu berusaha bersikap nice ke mereka. Bukan apa-apa, saya ngerti banget rasanya di posisi seperti itu, dan saya tuh percaya kalo kita nice atau menunjukkan sikap positif dan baik seenggaknya beban yang ada sedang mereka tanggung sedikit teringankan, sebab sikap baik dan nice itu ambience-nya menular loh. Proven! 😀

Tapi yah, pada akhirnya sikap kayak gitu juga ga selalu baik, ketika kita berusaha bersikap baik ke orang, kita juga ga pernah tahu niat mereka seperti apa di dalam benak mereka bukan? Sikap baik yang berlebihan juga bisa jadi bumerang buat diri kita sendiri, sebab itu jadi semacam dasi yang terikat di leher dan sewaktu-waktu orang bisa menariknya, jadinya kita blunder sama sikap kita sendiri. Jadi yah kayaknya kita harus paham siapa-siapa saja yang kita bisa bersikap nice dan siapa yang akan menanggapi dengan tulus, dan siapa yang berbalik akan menarik dasi tersebut. Kita nggak bisa menyenangkan semua orang. Itu rumus pasti. Semakin kita berusaha menyenangkan orang semakin miserable dan menyedihkan hidup kita sendiri toh 😀 Lagian kita hidup khan bukan buat alat pemuas orang lain?  Lah! Ini salah fokus 😀

So, moral of the story buat saya adalah :

1. Jangan pernah putus asa dengan dan lelah untuk memberi penjelasan ke orang lain tentang hal-hal yang kurang di kita dan berpotensi untuk menjerumuskan ke kondisi yang bikin kita dimaknai buruk, Apalagi kalo itu di lingkungan pekerjaan. Kita nggak kerja sendiri. Jadi jangan egois ke diri sendiri dengan membiarkan orang lain memiliki prasangka buruk.

2. Selalu belajar untuk bersikap tegas dan tidak berdiri di grey area. Sebab grey area itu menunjukkan bahwa kita tidak memiliki sikap. Dan tidak memiliki sikap membuat kita mudah diombang-ambingkan oleh hidup itu sendiri.

3. Namanya hidup. Harus selalu belajar, belajar, belajar dan belajar, dari diri kita sendiri ataupun dari orang lain juga. Sebab kita nggak hidup di hutan. Mengenal diri sendiri dan sekitar kita tuh wajib hukumnya! Period! 😀

Jadi, bagaimana kalian mengawali pagi kalian sendiri? 😀